Rabu, 11 Februari 2009
Kiat Pintar Mengatur Keuangan Keluarga
Nah, agar Anda dan keluarga tak mengalaminya, psikolog dari Universitas Tarumanegara Jakarta, Henny E Wirawan MHum Psi mengungkapkan kiat praktisnya.
Menurut Henny, beratnya krisis keuangan yang dihadapi keluarga akan terasa lebih ringan bila dipikul bersama pasangan suami istri (pasutri). Di sinilah pentingnya kerja sama, komunikasi, dan saling mendukung saat persoalan-persoalan tengah dihadapi.
Istri yang tidak mengomunikasikan kesulitannya dalam mengasuh anak, mengatur rumah tangga, dan mengelola keuangan di saat krisis dengan memendam persoalan akan mencuat menjadi konflik dalam rumah tangga. Pun demikian dengan suami yang tidak mau tahu dengan masalah keluarga.
"Selain cinta dan kasih sayang, pada kenyataannya komunikasi terbuka menjadi rahasia keluarga yang berhasil. Komitmen yang terbentuk tak hanya dapat dijalani sendiri-sendiri, harus ada komunikasi dua arah yang nyambung antara satu dengan lainnya. Apalagi saat krisis keuangan dihadapi keluarga, tentu dengan komunikasi yang baik akan dapat teratasi," ucap Henny.
Selain komunikasi, tambah Henny, pasutri harus saling memahami dan menerapkan komitmen untuk membangun. "Visi rumah tangga itu harus jelas, dibuat, dan ditinjau kembali. Ini terkait dengan anggaran pembelanjaan dan pengaturan urusan rumah tangga lainnya," imbuhnya.
Mawas diri juga diperlukan saat krisis ekonomi mendera. Mengukur kemampuan diri itu dilakukan dengan cara tidak membandingkan orang lain. Bahkan, sebisa mungkin Anda dan pasangan mendata kemampuan apa yang dimiliki, butuh pengeluaran apa saja, dan apa yang bisa ditangguhkan.
"Setelah mengetahui apa saja yang dibutuhkan, Anda dan pasangan harus menyederhanakannya kembali dengan cara menghemat, yaitu bijaksana menentukan pembelanjaan। Intinya restrukturisasi anggaran belanja dan keluarga penting dilakukan, di samping mencari pendapatan-pendapatan lain yang halal,"
http://lagiiseng.com
Cerdas Hemat BBM
1. Jangan menginjak pedal gas dengan menghentak, injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot. Hal inilah yang mengakibatkan pemborosan.
2. Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan.
Pemindahan perseneling ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Sementara, apabila kendaraan sudah bergerak (di mana daya dorong tidak diperlukan), paling efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi tertinggi.
3. Ukur tingkat Hidrokarbon dan Karbonmonoksida.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai hidrokarbon dan CO karbonmonoksida terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna sehingga banyak bahan bakar yang terbuang percuma. Karena itu lakukan uji emisi secara berkala untuk mengetahui kualitas gas buangan.
4. Perhatikan beban dan komponen penggerak.
Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsi BBM juga akan semakin besar. Sedangkan penggerak (kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda) yang aus atau rusak akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil melaju. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar.
5. Jangan terlalu lama memanasi mesin kendaraan.
6. Hindari pengisian bahan bakar sampai tumpah atau meluber.
7. Jaga tekanan ban.
8. Hindari penambahan penggunaan aksesoris kendaraan yang memerlukan energi tambahan seperti lampu depan, lampu kolong, dll.
9. Jaga kecepatan konstan, kecepatan sekitar 80-90 km/jam. Saat mendahului, lakukan dengan cepat dan segera kembali pada kecepatan semula.
10. Pakailah rem tangan pada waktu berhenti di tanjakan.
11. Matikan mesin kendaraan ketika menunggu.
12. Pergunakan AC seperlunya, terutama jika berada di jalan tol dengan kecepatan tinggi.
13। Lakukan perawatan berkala.
http://lagiiseng.com
Tips Tampil Memukau di Hari Pernikahan
SAAT menjadi raja dan ratu di hari pernikahan tentu Anda ingin tampil sempurna dengan riasan yang tepat sesuai jenis, warna kulit, dan kepribadian Anda bukan? Nah, untuk mewujudkannya tentu seorang make up artist dapat membantu Anda dan pasangan menjadi pusat perhatian di hari bahagia. Mengenai hal itu, make up artist dan juga ahli tata rias pengantin terkemuka Andiyanto Anju membagi tip praktisnya untuk Anda.
Menurutnya, riasan pengantin yang sempurna dapat didukung dengan memilih make up artist yang tepat. Sebelum melakukannya, Andiyanto pun mengutarakan pandangannya.
"Untuk memilih make up artist yang tepat sebaiknya yang dapat membuat koreksi terhadap kekurangan kliennya. Jadi dia tahu benar apa keinginan pengantin itu sehingga dibuat lebih cantik. Yaitu mengetahui garis-garis wajah sehingga dapat terlihat lebih luwes. Selain itu, memperbaiki tulang pipi, mata, hidung, sehingga bisa memberi kesan tersebut," kata Andiyanto.
Ditambahkan Andiyanto, seorang make up artist dapat mengoreksi tulang pipi terlihat lebih cerah dan memberi kesan seperti orang yang tersenyum dengan sentuhan make up.
"Dengan sentuhan make up yang tepat mata seorang mempelai juga harus dibuat tidak layu dan dibuat berbinar. Make up memberi efek tersebut dengan permainan bulu mata, eye shadow, dan eye liner," paparnya.
Agar sentuhan make up tersebut dapat sesuai dengan kepribadian si empunya, maka harus disesuaikan dengan warna kulit, bentuk wajah, maupun mata sang pemilik.
"Seorang make up artist dapat merepresentasikan keinginan kliennya, maka harus mengenali karakter wajah pengantin yang bersangkutan. Selain itu, tema riasannya harus disesuaikan dengan warna kulit, dibuat tone-nya tidak terlalu putih sehingga kulit lebih mulus," imbuhnya.
Tak hanya sebatas itu saja, sambung Andiyanto, pengenalan jenis kulit pun wajib dilakukan oleh seorang make up artist.
"Selain mengenal bentuk muka, harus mengenal pula jenis kulit pengantinnya. Apakah sedang dalam perawatan dokter sehingga kulitnya menjalani proses pengelupasan, kalau dalam kondisi seperti itu maka dapat menyiasatinya dengan make up yang tepat," sarannya.
Tak kalah penting, masih menurut Andiyanto, busana juga memberikan pengaruh kuat terhadap riasan apa yang cocok untuk diaplikasikan.
"Sebenarnya riasan itu tergantung bawaan diri dan kostum yang dikenakan। Saat seorang pengantin menggunakan busana glamor, maka make up-nya pun harus mengimbangi. Artinya, make up yang digunakan harus terlihat mewah, tapi tidak berlebihan. Yaitu dapat dengan permainan pemulas pipi jadi tidak terlalu polos," pungkasnya.
http://lagiiseng.com
Bagaimana Menjadi Percaya Diri ?
Dalam bahasa gaul harian, pede yang kita maksudkan adalah percaya diri. Semua orang sebenarnya punya masalah dengan istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa depan, dan lain-lain. Ada juga orang yang merasa belum pede dengan apa yang dilakukannya atau dengan apa yang ditekuninya. Ada juga orang yang merasa kurang percaya diri ketika menghadapi situasi atau keadaan tertentu. Berdasarkan praktek hidup, kita bisa mengatakan bahwa yang terakhir itu normal dalam arti dialami oleh semua manusia.
Sebenarnya apa sih yang kita maksudkan dengan istilah pede itu? Kalau melihat ke literatur ilmiahnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan pede ini. Di sini saya hanya ingin menyebutkan empat saja:
§ Self-concept: bagaimana Anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan.
§ Self-esteem: sejauh mana Anda punya perasaan positif terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai atau berharga dari diri Anda, sejauh mana Anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri Anda
§ Self efficacy: sejauh mana Anda punya keyakinan atas kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana Anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.
§ Self-confidence: sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda dan sejauh mana Anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy (James Neill, 2005)
Berdasarkan itu semua, kita juga bisa membuat semacam kesimpulan bahwa kepercayaan-diri itu adalah efek dari bagaimana kita merasa (M1), meyakini (M2), dan mengetahui (M3). Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya. Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap sebagai berikut :
§ Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh
§ Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang)
§ Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan
§ Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah
§ Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal)
§ Canggung dalam menghadapi orang
§ Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan
§ Sering memiliki harapan yang tidak realistis
§ Terlalu perfeksionis
§ Terlalu sensitif (perasa)
Sebaliknya, orang yang kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.
Berbagai studi dan pengalaman telah menjelaskan bahwa kepercayaan diri seseorang terkait dengan dua hal yang paling mendasar dalam praktek hidup kita. Pertama, kepercayaan diri terkait dengan bagaimana seseorang memperjuangkan keinginannya untuk meraih sesuatu (prestasi atau performansi). Ini seperti dikatakan Mark Twin: “Apa yang Anda butuhkan untuk berprestasi adalah memiliki komitment yang utuh dan rasa percaya diri. “
Kedua, kepercayaan diri terkait dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah yang menghambat perjuangannya. Orang yang kepercayaan dirinya bagus akan cenderung berkesimpulan bahwa dirinya “lebih besar” dari masalahnya. Sebaliknya, orang yang punya kepercayaan diri rendah akan cenderung berkesimpulan bahwa masalahnya jauh lebih besar dari dirinya. Ini seperti yang diakui Mohammad Ali. “Satu-satunya yang membuat orang lari dari tantangan adalah lemahnya kepercayaan diri.”
Kesimpulan Bandura (Dr. Albert Bandura, 1994), menjelaskan bahwa self-efficacy yang bagus punya kontribusi besar terhadap motivasi seseorang. Ini mencakup antara lain: bagaimana seseorang merumukan tujuan atau target untuk dirinya, sejauh mana orang memperjuangkan target itu, sekuat apa orang itu mampu mengatasi masalah yang muncul, dan setangguh apa orang itu bisa menghadapi kegagalannya.
Tak hanya Bandura yang kesimpulan semacam itu. Pakar pendidikan juga punya kesimpulan yang bernada sama. Self-efficacy yang bagus akan menjadi penentu keberhasilan seseorang (pelajar) dalam menjalankan tugas. Mereka lebih punya kesiapan mental untuk belajar, lebih punya dorongan yang kuat untuk bekerja giat, lebih tahan dalam mengatasi kesulitan dan lebih mampu mencapai level prestasi yang lebih tinggi (Pajares & Schunk, The Development of Achievement Motivation, San Diego: Academic Press, 2002.).
Sisi-sisi Negatif
Secara normal bisa dikatakan bahwa semua orang ingin memiliki kepercayaan diri yang tinggi atau kuat. Ini misalnya terkait dengan dua hal yang sudah kita bahas di muka. Hanya memang ada satu hal yang perlu kita waspadai bahwa ada beberapa sisi-sisi negatif di balik kepercayaan diri yang tinggi itu. Sisi-sisi negatif ini perlu kita kelola secara proporsional agar tidak membuahkan sikap dan perilaku yang merugikan atau merusak. Di antara sisi negatif itu adalah:
§ Arogansi. Kita merendahkan orang lain (looking down atau humiliate) karena merasa lebih tinggi atau lebih di atas. Arogansi seperti ini ditolak oleh semua tatanan nilai di dunia ini. Sah-sah saja kita merasa lebih dari orang lain tetapi yang paling penting di sini adalah jangan sampai kita memandang rendah orang lain, apalagi menghina baik dengan kata-kata maupun perbuatan.
§ Merasa paling benar sendiri dan tidak bisa menerima kebenaran milik orang lain. Terkadang memang ada alasan untuk merasa benar tetapi yang perlu kita waspadai adalah munculnya perasaan paling benar yang membuat kita menyimpulkan orang lain semua salah. Biarpun kita benar tetapi kalau kita merasa semua orang lain salah, ini bisa membuat kita salah.
§ Menolak opini orang lain / tidak bisa mendengarkan pendapat orang lain, saran orang lain, tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain atau keras kepala (stubbornness). Opini orang lain memang tidak semuanya perlu kita dengarkan tetapi juga tidak semuanya perlu ditolak. Ada hal-hal positif yang bisa kita ambil dari opini orang lain. Konon, salah satu faktor yang membuat para pengusaha ambruk setelah mengalami kejayaan adalah karena menolak mendengarkan opini orang lain, menolak belajar dari orang lain, bersikap fleksibel terhadap perubahan. Mereka menjadi orang yang tertutup oleh pengalaman kejayaannya selama ini.
§ Memiliki model komunikasi yang agresif, otoriter, bergaya memaksa atau tanpa empati. Model komunikasi demikian kerap menimbulkan kualitas hubungan yang kurang “sincere”, di samping juga lebih banyak mengundang konflik, perlawanan atau resistensi. Secara naluri, orang lain akan lebih nyaman bila didekati dengan model komunikasi yang empatik, asertif atau persuasif.
§ Kurang perhitungan terhadap bahaya potensial atau kurang perhatian terhadap hal-hal yang detail. Berani menghadapi tantangan, punya keyakinan yang tinggi atas kemampuan dalam mengatasi masalah atau berpikir “beyond the technique” itu memang positif dan dibutuhkan. Tetapi jika ini membuat kita terbiasa menyepelekan, menganggap enteng atau careless, sembrono, dan semisalnya, tentu membahayakan.
§ Kurang bisa mempercayai kapasitas orang lain atau terlalu perfeksionis dalam menilai orang lain. Tidak mudah mempercayai omongan orang lain atau tidak mudah mempercayai penjelasan orang lain atas kemampuannya sebelum ada bukti-bukti yang nyata, memang ini dibutuhkan. Ada kalanya kita tidak bisa 100% mempercayai orang lain. Tetapi akan jadi masalah jika kita tidak bisa mempercayai orang lain untuk semua hal, tidak bisa mendelegasikan pada orang lain untuk semua pekerjaan, selalu underestimate, selalu ingin menjadi “polisi” atas orang lain dan semisalnya, ini bisa menyusahkan diri sendiri.
§ Punya penilaian-diri yang “over”, mematok imbalan yang terlalu tinggi, menuntut diperlakukan secara terlalu idealis. Sah-sah saja kita punya penilaian diri yang setinggi langit sekali pun, mematok “harga” setinggi-tingginya, namun jika itu malah membuat hidup kita sempit, berarti kita perlu memunculkan pemikiran alternatif dan belajar menjadi fleksibel. Jangan sampai kita patah gara-gara kita terlalu keras. Jangan sampai pula kita tidak bisa membedakan antara tahu diri dan tidak tahu diri dalam praktek. Bedanya sangat tipis.
Sisi-sisi negatif yang saya sebutkan di atas mungkin bisa kita sebut dengan istilah “terlalu pede”. Ini juga berbeda dengan pede. Menurut kaidah yang berlaku dalam praktek hidup, sesuatu yang sudah terlalu, itu biasanya jelek dan dipandang jelek.
Membangun Kepercayaan diri
Bagi sebagian kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan-diri atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin Anda bisa menjadikan langkah-langkah berikut ini sebagai proses latihan:
1. Menciptakan definisi diri positif.
Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah:
o Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.
o Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki
o Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini.
Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri.
2. Memperjuangkan keinginan yang positif
Selanjutnya adalah merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Kita perlu ingat bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita. Titik. Tidak ada yang bisa mengganti prinsip ini.
3. Mengatasi masalah secara positif
Pede juga bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali bermasalah.
4. Memiliki dasar keputusan yang positif.
Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.
5. Memiliki model / teladan yang positif
Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya। Ini memang menuntut kita untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai pelajaran। Saking pentingnya peranan orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal: a) pengalaman pribadi (life experiencing) dan b) duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain). Buktikan! Selamat mencoba.
http://lagiiseng.com
Hebatnya lagi, tidak sedikit kaum hawa yang mendambakan kekasih pria sejati. Selain dapat memberikan perlindungan kepada sang kekasih, sosok pria sejati dapat diandalkan dan selalu memperlakukan pasangannya layaknya putri raja.
Kendati demikian, seorang pria tidak perlu menunggu menjadi sosok pria sejati. Kini dengan karisma yang Anda miliki, Anda pun bisa mencuri perhatian sang pujaan hati. Si dia pun akan semakin mengagumi Anda yang selalu menyirami hatinya dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus.
Seperti dikutip Health24, mencuri hati wanita bukanlah hal yang sulit, cukup ikuti beberapa petunjuk di bawah ini:
Tampil apa adanya
Tampil apa adanya dan tidak berlebihan merupakan cara terbaik untuk menyatakan jatidiri Anda yang sebenarnya di hadapannya. Untuk mempererat hubungan dengan si dia, Anda pun bisa mengajaknya berkencan untuk menikmati indahnya pemandangan pantai. Agar terlihat percaya diri saat bersamanya, Anda pun bisa mengenakan pakaian yang nyaman.
Mampu mengontrol emosi dengan baik
Bersikap sabar dan mampu mengatur emosi di hadapan publik adalah salah satu sikap pria yang paling dikagumi wanita. Wanita pun cenderung memilih tambatan hati pada sosok pria yang tidak temperamental. Oleh karena itu jika Anda ingin menaklukkan hatinya, berlajarlah untuk senantiasa bersikap sabar.
Menjadi misterius dan sulit ditebak
Cara lain mencuri perhatiannya adalah dengan menjadi sosok misterius dan sulit untuk ditebak। Kali ini Anda bisa bersandiwara dengan menghilang sesaat di acara kencan bersama si dia। Saat pasangan terlihat panik dan gelisah menunggu kehadiran Anda yang tak kunjung datang, Anda pun seketika hadir di hadapannya sembari membawa seikat bunga mawar dan coklat. Lihatlah reaksi bahagia yang terpancar dari wajahnya.
http://lagiiseng.com
Senin, 02 Februari 2009
Tuhan berkata kepada sang sapi
Hari ini kuciptakan kau Sebagai sapi
engkau harus pergi ke padang rumput.
Kau harus bekerja dibawah terik
matahari sepanjang hari.
Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun.
Sang Sapi keberatan
Kehidupanku akan sangat berat selama 50
tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah
buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30
tahun . Maka setujulah Tuhan.
Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet.
Hai monyet, hiburlah manusia. Aku
berikan kau umur 20 tahun!
Sang monyet menjawab "What? Menghibur
mereka dan membuat mereka tertawa?
10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10
tahun padamu" Maka setujulah Tuhan.
Di hari ketiga, Tuhan menciptakan
anjing.
Apa yang harus kau lakukan adalah
menjaga pintu rumah majikanmu.
Setiap orang mendekat kau harus
menggongongnya. Untuk itu kuberikan
hidupmu
selama 20 tahun Sang anjing
menolak : "Menjaga pintu sepanjang hari
selama
20 tahun ? No way.! Kukembalikan 10
tahun padamu". Maka setujulah
Tuhan.
Di hari keempat, Tuhan menciptakan
manusia.
Sabda Tuhan: "Tugasmu adalah makan,
tidur, dan bersenang-senang.
Inilah kehidupan. Kau akan
menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur
sepanjang 25 tahun! Sang manusia
keberatan, katanya "Menikmati kehidupan
selama 25 tahun? Itu terlalu pendek
Tuhan.
Let's make a deal.
Karena sapi mengembalikan 30 tahun
usianya, lalu anjing mengembalikan 10
tahun, dan monyet mengembalikan 10
tahun usianya padamu, berikanlah
semuanya itu padaku. Semua itu akan
menambah masa hidupku menjadi 75
tahun.
Setuju ?" Maka setujulah Tuhan.
AKIBATNYA... ......... ......... .........
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai
manusia dijalankan
kita makan,tidur dan bersenang-senang
30 tahun berikutnya menjalankan
kehidupan layaknya seekor sapi
kita harus bekerja keras sepanjang hari
untuk menopang keluarga kita
10 tahun kemudian kita menghibur dan
membuat cucu kita tertawa dengan
berperan sebagai monyet yang menghibur
Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal
dirumah, duduk didepan pintu, dan
menggonggong kepada orang yang lewat
Uhuk, uhuk (batuk)... Eh, Ntong,
mo kemane lo?
SEORANG_WANITA_CANTIK
Seorang wanita cantik tengah menikmati perjalanannya dengan kapal Laut. Untuk mengenang perjalanannya, dia menulis dalam buku harian.
Tanggal 13: Sebuah keberuntungan buatku. Aku berhasil mengenal kapten kapal dan ternyata dugaanku benar. Dia sangat gagah... Aaah beruntungnya aku.
Tanggal 14: Tanpa kuduga sang kapten mengajakku makan malam dan...
Alamak dia juga memuji kecantikanku... Aku jadi tersanjung.
Tanggal 15: Dia mengajak makan malam lagi. Sang kapten ternyata nakal juga. Dia mulai berani mengajakku bercinta dan menunggu jawabanku besok.
Tanggal16: Dia menagih janji. Dengan jual mahal kutolak dia. (emangnya gua apaan...) eh...dia malah mengancam akan menenggelamkan kapal beserta 1500 penumpangnya.
Tanggal 17: Pagi yang cerah. Aku bangga bisa menyelamatkan nyawa 1500 पेनुम्पंगhttp://community.computer-square.com/

